Peran Dokter sebagai Tenaga Kesehatan Haji

Rp80.000

✅ 100% Original 🔒 Pembayaran Aman ↩️ Bisa Retur 7 Hari
đźšš Estimasi pengiriman 2–4 hari kerja · Dikemas dengan aman
Kategori:

Deskripsi

Judul : Peran Dokter sebagai Tenaga Kesehatan Haji

Penulis : Dr. dr. Siti Nuriyatus Zahrah,. MKM

No. E-ISBN : 978-634-289-388-3 (PDF)

Terbitan : Juli 2026

SINOPSIS

Buku Peran Dokter sebagai Tenaga Kesehatan Haji ini disusun bukan sekadar sebagai panduan teknis, melainkan sebagai kerangka berpikir komprehensif tentang bagaimana seorang dokter harus memaknai tugasnya dalam konteks ibadah haji yang berisiko tinggi, khususnya pada populasi lansia dengan multimorbiditas. Buku ini menegaskan bahwa pelayanan kesehatan haji berada dalam spektrum mass gathering medicine, sebuah bidang yang menuntut kesiapan klinis, ketajaman deteksi dini, serta kemampuan manajemen risiko dalam situasi lingkungan ekstrem, kepadatan massa, dan keterbatasan akses medis. Sejak awal, pembaca diajak memahami bahwa dokter haji bukan hanya “penjaga kesehatan”, tetapi pengambil keputusan strategis yang sering kali harus menimbang keselamatan jiwa di atas dorongan emosional dan spiritual jamaah.

Secara konseptual, buku ini memetakan peran dokter haji dalam tiga fase besar: pra-keberangkatan, saat pelaksanaan ibadah, dan pascakepulangan. Pada fase pra-keberangkatan, dokter ditempatkan sebagai penjaga gerbang keselamatan (gatekeeper of safety). Di sinilah skrining risiko, optimalisasi penyakit kronis, penyesuaian regimen obat, hingga keberanian merekomendasikan penundaan keberangkatan menjadi bagian dari tanggung jawab moral dan profesional. Buku ini secara tajam menunjukkan bahwa keputusan menunda keberangkatan bukan bentuk kegagalan pelayanan, melainkan bentuk tertinggi dari prinsip primum non nocere, tidak membahayakan pasien.

Dalam fase pelaksanaan ibadah, buku ini menggarisbawahi pentingnya kewaspadaan klinis terhadap presentasi atipikal pada lansia. Dokter haji harus mampu membaca tanda-tanda yang tersamarkan: infark tanpa nyeri dada, infeksi tanpa demam tinggi, delirium sebagai manifestasi gangguan sistemik. Pendekatan yang diusulkan bukan reaktif, tetapi antisipatif, menganggap setiap perubahan kondisi pada lansia sebagai potensi kegawatdaruratan hingga terbukti sebaliknya. Di sinilah terlihat bahwa kompetensi dokter haji bukan hanya klinis, tetapi juga epidemiologis dan manajerial, karena ia bekerja dalam sistem layanan lintas negara dengan dinamika logistik yang kompleks.

Lebih jauh, buku ini menekankan dimensi edukatif dan komunikatif dari peran dokter. Konsep seperti hidrasi terjadwal, pencegahan DVT, vaksinasi, hingga “pacing” dalam aktivitas ibadah dijelaskan sebagai intervensi preventif yang sederhana namun berdampak besar. Dokter haji diposisikan sebagai pendidik yang membentuk ekspektasi realistis jamaah bahwa menjaga kesehatan adalah bagian integral dari ibadah itu sendiri.

Ulasan

Belum ada ulasan.

Jadilah yang pertama memberikan ulasan “Peran Dokter sebagai Tenaga Kesehatan Haji”

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *